Chat with us, powered by LiveChat Sejarah Penggunaan Gaff/Tari/Taji dalam Sabung Ayam - Seputar Sabong Sv388
Sejarah Penggunaan Gaff/Tari/Taji dalam Sabung Ayam

Sejarah Penggunaan Gaff/Tari/Taji dalam Sabung Ayam

Pernahkan anda melihat sebuah Pisau tajam atau paku dipasangkan ke kaki ayam aduan? yak, benda tersebut biasa disebut Taji di Indonesia atau juga dikenal dengan nama Gaff (Amerika) dan Tari (Filipina).

Benda tajam tersebut dipasangkan pada ayam yang bertanding menggantikan Taji alami dari ayam aduan yang bertanding sehingga memberikan effek berbahaya seiring juga dengan meningkatnya tingkat keseruan dan kesadisan dari pertandingan adu ayam tersebut. Adu ayam yang menggunakan pemasangan Taji biasanya disebut atau dikenal dengan nama Sabung Taji, atau Tajen (Bali) atau Massaung manuk (Toraja). Sedangkan dinegara lain biasa dikenal dengan nama Sabong (Filipina) dan Hackfight (Amerika).

Bagi anda yang baru tau, atau bahkan baru pertama kali mengetahui, sebenarnya adu ayam seperti ini sudah ada sejak lama dan memang tidak terlalu populer di pulau jawa ataupun sumatra, tetapi lebih populer di daerah Indonesia tengah dan timur.

Sejarah Penggunaan Taji

Tidak ada sumber pasti yang menuliskan atau mencatatkan kapan tepatnya taji ini digunakan dalam adu ayam. Tetapi sebagian besar bukti sejarah mengkonfirmasikan bahwa penggunaan benda ini dalam adu ayam sudah dikenal lama di daerah India Timur, dimana dikatakan bahwa taji dibuat menggunakan emas atau perak dimana tujuannya adalah agar senjata sang ayam menjadi lebih berbahaya.

sabong fightIde dari penggunaan taji ini adalah dari petarung manusia, dimana taji melambangkan senjata dari petarung tersebut. Karena dibuat menggunakan logam berharga, biasanya sabung taji ini hanya dilakukan oleh orang-orang kelas atas atau orang kaya saja. Sedangkan orang biasa mengadu ayam mereka dengan cara tradisional alias menggunakan taji alami dari ayam tersebut.

Awalnya Taji yang dipasangkan berukuran sekitar 1 1/2 sampai dengan 2 inchi, tetapi seiring dengan besarnya ayam yang akan diadu, biasanya taji yang dipasangkan juga semakin besar.

Adu ayam memang merupakan sebuah kebudayaan yang kontroversial, ada yang pro tetapi banyak juga yang kontra. Hal ini karena berasalan bahwa acara ini merupakan penyiksaan terhadap hewan.. apalagi jika menggunakan taji.

Tetapi tidak bagi sebagian orang yang sangat antusias terhadap adu ayam, pemasangan taji seperti ini adalah wajar dan memberikan kesempatan agar ayam yang tidak diunggulkan untuk mendapatkan kemenangan dengan mendaratkan pukulan terlebih dahulu kepada lawannya. Memang ada juga yang mengatakan bahwa malah penggunaan taji membuat pertandingan menjadi ajang adu keberuntungan, diamana ayam yang pertama kali melandaskan pukulan telak akan memenangkan pertandingan.

Walau begitu, sampai sekarang masih banyak penggemar adu ayam pisau seperti ini diseluruh dunia. Tempo pertandingan yang singkat, dan seru membuat acara ini sangat seru untuk ditonton, juga tentu saja dijadikan sebagai ajang perjudian. Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *