Chat with us, powered by LiveChat Mitos Pantangan Dalam Ayam Aduan - ayam aduan Sv388
Mitos Pantangan Dalam Ayam Aduan

Mitos Pantangan Dalam Ayam Aduan

Bagi sebagian para penghobi sabung ayam asal Jawa, mereka percaya tentang pantangan dan larangan adu ayam menurut Primbon Jawa. Hal ini masih dipegang kuat oleh para botoh tua karena ada beberapa hal yang memang sudah terbukti dan menjadi nyata.

Pantangan Dan Larangan Adu Ayam Menurut Primbon Jawa

1. Jika ayam diadu pada hari Jumat Legi, maka ayam yang harus dibawa memiliki warna wiring galih
2. Jika ayam diadu pada hari Jumat Kliwon, maka ayam yang harus dibawa memiliki warna apa saja karena ayam aduan tersebut sudah menjadi jadon di daerahnya
3. Jika ayam diadu pada hari Rabu Pon, maka ayam yang harus dibawa memiliki warna widok jalak
4. Jika ayam diadu pada hari Rabu Legi, maka ayam yang diadu bebas memiliki warna apa saja
5. Jika ayam diadu pada hari Rabu Kliwon, maka tidak boleh ada ayam yang diadu karena akan memberikan nasib buruk pada pemiliknya
6. Jika ayam diadu pada hari Rabu Wage, maka ayam tidak boleh diadu di daerah utara
7. Jika ayam diadu pada hari Rabu Pahing, maka jenis ayam yang diadu bebas ke daerah mana saja

Hal yang perlu diperhatikan adalah saat ayam aduan sudah berada di arena sabung ayam, ajak beberapa orang teman atau kawan yang bisa dipercaya. Hal ini untuk menghindari kecurangan oleh lawan baik secara fisik dan halus.

Tips Saat Adu Ayam Menurut Primbon Jawa

– Jika disekitar arena sabung ayam terdapat makanan atau pakan yang berserakan, maka jangan biarkan ayam aduan anda memakannya. Kita harus waspada karena bisa saja pakan tersebut mengandung racun yang membuat ayam lemas atau sakit.

– Selain itu jika anda disiapkan air minum untuk ayam aduan anda, lebih baik gunakan air yang dibawa sendiri agar menghindari hal yang tidak diinginkan.

– Selama di arena sabung ayam, jangan biarkan ayam aduan anda dekat terlalu lama dengan ayam aduan lawan. Jangan juga biarkan pemilik ayam lawan memberikan apapun pada ayam aduan kesayangan anda baik memijat tubuh, atau sebagainya.

Artikel ini kami rangkum berdasarkan pengalaman pribadi dari seorang botoh Jawa yang masih percaya dengan mitos Primbon Jawa. Biasanya jarang sekali hal ini meleset dan sudah terbukti nyata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *